Kegiatan tersebut menjadi penanda penting bahwa perang terhadap narkoba tidak hanya bertumpu pada aparat penegak hukum, tetapi juga melibatkan pelajar sebagai aktor utama perubahan. Pemerintah daerah memandang sekolah sebagai ruang strategis dalam membangun benteng moral dan karakter generasi penerus bangsa.
Bupati Pasaman Welly Suhery hadir langsung dan memberikan arahan tegas di hadapan para pelajar dan pemangku kepentingan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas peran aktif GRANAT dan dunia pendidikan yang terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan narkoba sejak usia dini.
Menurut Welly Suhery, ancaman narkoba merupakan persoalan serius yang dapat merusak masa depan daerah apabila tidak ditangani secara sistematis dan berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan pelajar dalam struktur organisasi anti narkotika dinilai sebagai langkah strategis dan visioner.
“Generasi muda adalah penerus pembangunan. Jika hari ini mereka kuat secara moral dan mental, maka masa depan Pasaman akan lebih terjamin. Pelajar harus menjadi garda terdepan dalam menjaga diri, lingkungan sekolah, dan masyarakat dari bahaya narkoba,” tegas Welly Suhery.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pasaman berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan GRANAT, sekolah, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Pasaman yang sehat, berprestasi, dan bebas dari narkotika.
Tak hanya menekankan aspek pencegahan, Bupati juga mengingatkan bahwa gerakan anti narkoba harus dibarengi dengan edukasi yang konsisten dan pendekatan yang humanis. Sosialisasi bahaya narkoba, menurutnya, perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Kepada seluruh pengurus DPCK GRANAT yang baru dilantik, Welly Suhery berpesan agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan. Ia berharap organisasi ini tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar aktif dan berdampak nyata.
Pelantikan DPCK GRANAT tingkat SLTA se-Kabupaten Pasaman periode 2025–2030 ini juga menjadi momentum konsolidasi gerakan anti narkotika di tingkat pelajar. Para pengurus diharapkan mampu menjadi agen perubahan serta teladan bagi teman sebaya di sekolah masing-masing.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pasaman, perwakilan BNN Kabupaten Pasaman, DPD GRANAT Sumatera Barat, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Pasaman, tokoh masyarakat, serta pimpinan sekolah SLTA se-Pasaman.
Kehadiran lintas sektor ini memperkuat pesan bahwa pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, aparat, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ikrar anti narkoba yang diikuti seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama. Suasana khidmat terasa ketika para pelajar menyatakan tekad untuk menolak narkoba dan menjaga masa depan mereka dari pengaruh zat berbahaya.
Sebagai penutup, Bupati Pasaman secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan kepengurusan DPCK GRANAT tingkat SLTA se-Kabupaten Pasaman periode 2025–2030, menandai dimulainya tugas dan tanggung jawab baru bagi generasi muda Pasaman dalam menjaga daerahnya tetap bersih dari narkoba.
# Andalusia


0 Komentar