NSNews | Bukittinggi (SUMBAR) -- Di halaman yang dipenuhi semangat dan doa, Bupati Pasaman Welly Suhery melepas secara resmi 126 kafilah terbaik daerah itu untuk berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tingkat Sumatera Barat ke-41 yang berlangsung pada 13–18 Desember di Kota Bukittinggi.
Dalam sambutannya, Bupati Welly mengulas perjalanan panjang Kabupaten Pasaman di arena MTQ. Ia menegaskan bahwa Pasaman bukan hanya peserta, tetapi daerah dengan rekam jejak prestasi yang konsisten baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Ia menyebut salah satu tonggak penting terjadi pada MTQ Nasional Tingkat Sumbar di Kabupaten Solok Selatan tahun 2023, ketika kafilah Pasaman tampil memukau dan berhasil mewakili provinsi ke tingkat nasional—sebuah pencapaian yang kembali ingin dibangkitkan tahun ini.
Menurut Bupati Welly, keikutsertaan 126 kafilah dari berbagai cabang lomba adalah bukti pembinaan yang serius dan berkelanjutan. Ia memastikan seluruh peserta yang diberangkatkan merupakan perwakilan terbaik yang telah melewati serangkaian seleksi dan pemusatan latihan intensif.
“Ini adalah kafilah-kafilah terbaik Kabupaten Pasaman,” ujarnya dengan penuh keyakinan, menegaskan bahwa mereka membawa harapan besar masyarakat.
Bupati Welly juga menekankan bahwa dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pasaman tidak hanya dalam bentuk fasilitas dan anggaran, tetapi juga perhatian langsung kepada proses pembinaan yang dijalani para peserta.
Ia mengapresiasi ketekunan para pelatih dan pendamping yang selama ini memastikan seluruh kafilah siap berlaga dengan mental juara dan kualitas terbaik di hadapan dewan hakim.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras para kafilah dan pelatih. Harumkan nama Pasaman di ajang ini nantinya,” tegas Bupati Welly di hadapan seluruh peserta dan undangan.
Lebih jauh, ia berpesan agar setiap kafilah menjaga kesehatan, kekompakan, serta tetap fokus menjaga kualitas bacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an sepanjang perlombaan berlangsung.
“Pelatih dan pendamping diminta terus memberikan bimbingan terbaik. Raih hasil terbaik dan jadikan MTQ sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” tambahnya, menegaskan esensi spiritual dari ajang tersebut.
Bupati Welly juga mengingatkan bahwa MTQ bukan sekadar panggung kompetisi yang dikejar demi piala, melainkan ruang syiar Islam yang harus dihidupkan dengan ketulusan dan keindahan bacaan.
Ia berharap momentum MTQ ini menjadi pondasi bagi tumbuhnya generasi Pasaman yang semakin cinta Al-Qur’an, bukan hanya mahir melantunkannya tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Para kafilah jangan hanya memandang MTQ sebagai ajang perebutan juara. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang memperluas syiar dan memperteguh kecintaan pada Al-Qur’an,” pungkasnya.
Pelepasan kontingen ini turut dihadiri Wakil Bupati Pasaman H. Parulian, Sekretaris Daerah Pasaman, Kepala Kemenag Pasaman, para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, camat, serta berbagai tokoh yang memberikan dukungan moral bagi para peserta.
# Andalusia


0 Komentar