NSNews | Pasaman (SUMBAR) -- Akhirnya terjawab sudah dengan banyaknya seliweran informasi di masyarakat Pasaman bahwa khas keuangan daerah Kosong.
Tim Investigasi LSM Garuda RI Pasaman langsung menemui Teguh sebagai kepala Bakeuda Pasaman, apa benar informasi yang diterima beberapa minggu terakhir ini Kabupaten Pasaman dihebohkan dengan kosongnya khas daerah sehingga menyebabkan tertundanya pembayaran-pembayaran di SKPD maupun pembayaran kepada pihak kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaannya pada Rabu (20/12/23).
Teguh S selaku Kepala Bakeuda Kabupaten Pasaman diruang kerjanya menjelaskan, penyebab kekosongan Dana ini dikarenakan keterlambatan Pemerintah pusat mengirimkan kembali dana ke khas daerah.
"Permasalahannya dana dari pusat belum masuk ke khas daerah diantaranya, ada dana DAK yang telah kita bayarkan 12 Milyar, bagi hasil dari provinsi tri wulan tiga 9 Milyar, gaji P3K yang telah kita bayarkan sebesar 44 Milyar dan belum diganti dan ditambah lagi biaya pendidikan sebesar 17 Milyar", kata teguh.
Jadi sampai saat ini kita masih menunggu pergantian dana dari pusat sekitar Rp 82 M, dan masalah ini tidak dialami daerah kita saja tapi merata di seluruh Indonesia, dan Teguh jelaskan lagi masalah seperti ini, bukan disebabkan karena pergantian Kepala Daerah ataupun masalah politik tapi murni keterlambatan dari pusat" sebutnya
"Hari ini saya telah koordinasi melalui call center dirjen perimbangan keuangan, dan penjelasan mohon menunggu hingga dana di terima di RKUD (rekening khas umum daerah) dirjen perimbangan mengatakan paling lambat tanggal 27 Desember telah di cairkan" tegasnya.
# Andalusia

0 Komentar